PANDUGA.ID, SEMARANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 11 Semarang dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan yang dialami 75 siswa pada Kamis (8/1/2026). Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM dan Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah, Haris Wahyudi, mengatakan penghentian sementara MBG dilakukan sejak Jumat (9/1/2026) dan belum akan dilanjutkan pada Senin (12/1/2026).
“Iya betul kemarin Jumat diberhentikan sementara. Besok Senin juga belum mulai. Ini masih menunggu hasil cek laboratorium dari BPOM maupun dari Dinas Kesehatan Kota,” ujar Haris saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).
Seluruh Siswa Terdampak Sudah Pulih
Haris memastikan bahwa seluruh siswa yang terdampak dugaan keracunan telah pulih. Tidak ada tambahan laporan keluhan mual maupun muntah dari siswa maupun orang tua.
“Tidak ada tambahan. Tadi sudah konfirmasi ke orang tua, yang 75 siswa itu sekarang sudah sehat semua. Alhamdulillah sudah baikan, yang dirawat juga sudah pulang,” jelasnya.
Ia menambahkan, empat siswa yang sempat dirawat di rumah sakit juga telah diperbolehkan pulang sejak Sabtu (10/1/2026).
Hasil Uji BPOM: Boraks Negatif
Terkait hasil pemeriksaan awal, Haris menyebut BPOM telah menyampaikan hasil uji laboratorium mengenai kandungan boraks pada sampel makanan MBG.
“Hasil sampling dari BPOM untuk kandungan boraks dinyatakan negatif,” ungkap Haris.
Namun demikian, hasil uji bakteri dari Dinas Kesehatan Kota Semarang masih belum keluar dan saat ini masih ditunggu.
“Untuk uji bakteri masih menunggu hasil dari DKK,” tambahnya.
Sosialisasi Agar Siswa Tidak Trauma
Seiring dengan penghentian sementara MBG, pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan, DKK, SPPG, dan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan sosialisasi kepada siswa agar tidak mengalami trauma terhadap program Makan Bergizi Gratis.
“Intinya edukasi ke anak-anak tentang makanan sehat dan layak konsumsi. Kalau nanti sudah dievaluasi dan dinyatakan aman, MBG bisa dilaksanakan kembali. Tapi sementara ini belum,” terang Haris.
Koordinasi dengan SPPG
Selain itu, Cabang Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pudak Payung 04, pihak yang menyuplai MBG ke SMKN 11 Semarang, untuk mendalami dan mengevaluasi insiden tersebut.
Program MBG di SMKN 11 Semarang dipastikan baru akan dilanjutkan setelah evaluasi menyeluruh dan hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan aman.






Discussion about this post