PANDUGA.ID, BANYUMAS – Misteri hilangnya pengacara sekaligus anggota DPC Peradi Purwokerto, Aris Munadi, akhirnya terungkap. Setelah menghilang selama 20 hari, Aris ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terkubur di area hutan jati Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Jasad korban ditemukan pada Rabu (10/12/2025) dini hari, tertimbun tanah sedalam sekitar satu meter. Polisi juga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang menguatkan dugaan bahwa Aris menjadi korban pembunuhan.
Kasat Reskrim Polresta Cilacap, Kompol Guntar Arif Setyoko, mengatakan pengungkapan lokasi jasad korban berawal dari pemeriksaan terhadap empat orang yang diamankan polisi.
“Kami mengamankan empat orang yang berkaitan dengan kejadian ini. Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban sudah meninggal dan dikubur di kawasan hutan jati,” ujar Guntar kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).
Menurut Guntar, korban diduga telah meninggal lebih dari dua pekan sebelum ditemukan. Lokasi penguburan berada di kawasan sepi, sekitar 200 meter dari jalan raya, dan jarang dilalui warga.
“Korban dikubur sudah dua mingguan lebih. Luka-luka dan penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi,” jelasnya.
Tidak berselang lama, polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut. Keduanya berinisial S (43) dan J (36), kakak beradik tiri asal Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menjelaskan bahwa tersangka S berperan sebagai eksekutor, sedangkan tersangka J membantu mengangkat korban ke dalam mobil.
“Ada dua tersangka. S sebagai eksekutor, J membantu membawa korban,” kata Budi.
Polisi mengungkap para pelaku telah menyiapkan sedikitnya tujuh lokasi sebelum melakukan eksekusi. Lokasi-lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Jeruklegi dan Kawunganten.
Korban diketahui dibunuh pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan pemakaman Jeruklegi. Setelah dibunuh, jasad Aris dibuang dan dikubur di kawasan Alas Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten.
“Lokasi eksekusi di Jeruklegi, sedangkan jasad korban dibuang di hutan jati Kawunganten,” pungkasnya.(CC-01)






Discussion about this post