Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Jaksa Ungkap Tes DNA Brigadir Ade Kurniawan Terbukti Bunuh Anak Kandungnya

CC-01 by CC-01
16 Juli 2025
in Nasional
0
Brigadir Ade Kurniawan pembunuh bayinya sendiri (dok. istimewa)

Brigadir Ade Kurniawan pembunuh bayinya sendiri (dok. istimewa)

0
SHARES
2
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG — Tangis itu pecah di ruang sidang Pengadilan Negeri Semarang. Bukan karena sorak kemenangan, melainkan luka mendalam yang terungkap dalam fakta persidangan. Seorang bayi mungil berusia satu bulan 25 hari, NA, meregang nyawa di tangan ayah kandungnya sendiri — seorang anggota kepolisian aktif berpangkat Brigadir bernama Ade Kurniawan.

Ironisnya, hubungan darah antara Ade dan sang bayi bahkan telah dibuktikan secara ilmiah lewat tes DNA. Namun, meski terbukti sebagai ayah kandung dengan tingkat kepastian 99,99999 persen, Ade menolak untuk menikahi ibu sang bayi, DJP. Ia hanya bersedia memberi nafkah bulanan. Keputusan itu menjadi bara konflik yang membakar hubungan mereka.

“Anakmu, tapi bukan tanggung jawabmu seutuhnya?”

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Nenden Rika Puspitasari, Jaksa Penuntut Umum Saptanti mengungkap fakta mencengangkan: Tes DNA dilakukan pada Januari 2024, tepat saat DJP baru hamil lima minggu. Probabilitas hasilnya menunjukkan 1,7 triliun kali lebih besar kemungkinan Ade sebagai ayah dibanding laki-laki lain di populasi yang sama.

Namun pengakuan itu tak membuat Ade luluh. Ia memilih menjauh secara emosional, hanya menjalin komunikasi seputar kebutuhan sang bayi.

Sementara DJP dan keluarganya, yang merasa ditelantarkan secara tanggung jawab emosional, kerap meluapkan amarah dengan kata-kata kasar kepada Ade. Ini pula yang kemudian disebut jaksa sebagai pemicu emosi tersangka hingga pada akhirnya melakukan kekerasan.

Momen Kematian di Tengah Kesibukan Belanja

Puncak kekerasan terjadi pada 2 Maret 2025, saat keduanya hendak berbelanja ke Pasar Peterongan. Bayi NA, yang saat itu digendong oleh Ade, diduga menjadi pelampiasan kemarahan dan kejengkelan sang ayah.

“Terdakwa menggunakan jari jempol dan telunjuk pada bagian kepala bayi satu kali disertai rasa kesal dan jengkel atas perlakuan dan perkataan kasar dari DJP,” kata Jaksa Saptanti.

Tangis bayi itu sempat terdengar selama tiga menit. Ade mengaku panik ketika melihat bayinya sesak napas, tubuhnya lemas, dan wajahnya pucat. Setelah DJP kembali ke mobil usai belanja, keduanya terlibat percakapan singkat — hingga DJP menyadari sesuatu yang mengerikan.

“Bibir bayinya membiru. Saat ditepuk-tepuk, tidak ada respons,” lanjut Saptanti.

NA dilarikan ke rumah sakit. Meski sempat mendapat perawatan intensif, nyawa sang bayi tak tertolong. Pada 3 Maret 2025 pukul 14.00 WIB, NA dinyatakan meninggal dunia akibat cairan di paru-parunya.

Sidang Berlanjut, Rasa Kehilangan Tak Pernah Usai

Kini, Brigadir Ade Kurniawan duduk di kursi terdakwa. Dia diadili bukan sekadar karena kehilangan kendali, tapi karena kehilangan kemanusiaan. Proses hukum masih berjalan, tapi luka yang ditinggalkan atas kematian bayi tak berdosa itu jelas tak akan pernah sembuh.(CC-01)

Tags: bayi meninggal semarangbayi satu bulan meninggalbrigadir ade kurniawankasus kekerasan anakkekerasan dalam keluargapenganiayaan anaksidang PN Semarangtes dna brigadir adetragedi bayi na
Previous Post

Kejati Jateng Sita Rp13 Miliar Pembelian Tanah Kodam IV Diponegoro di Klaten

Next Post

“Laptop Skripsiku Hilang di Bus Rosalia Indah”: Cerita Tabita yang Viral Usai Kehilangan Barang Berharga Saat Perjalanan Solo–Malang

Related Posts

Seorang wanita diduga hendak bunuh diri di depan Istana Merdeka, Jakarta. (dok. istimewa)
Breaking News

Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya

25 Maret 2026
Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 11 Semarang dihentikan sementara usai dugaan keracunan 75 siswa. (dok. istimewa)
Nasional

Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman

25 Maret 2026
Kondisi Andrie Yunus stabil usai disiram air keras. (dok. istimewa)
Nasional

Andrie Yunus Stabil Usai Disiram Air Keras, RSCM Ungkap Luka Bakar 20 Persen dan Trauma Mata

17 Maret 2026
Ilustrasi jalan tol (dok. Adhi Karya)
Nasional

Tarif Tol Semarang–Batang Naik Jelang Lebaran 2026, Golongan I Jadi Rp144.500

10 Maret 2026
Next Post
Bus Rosalia Indah (dok. istimewa)

“Laptop Skripsiku Hilang di Bus Rosalia Indah”: Cerita Tabita yang Viral Usai Kehilangan Barang Berharga Saat Perjalanan Solo–Malang

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved