Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Internasional

Operasi Midnight Hammer, Cara Licik AS Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran

CC-01 by CC-01
23 Juni 2025
in Internasional
0
Pesawat bomber AS B2 yang menyerang situs nuklir Iran (dok. istimewa)

Pesawat bomber AS B2 yang menyerang situs nuklir Iran (dok. istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, WASHINGTON – Dalam salah satu operasi militer terbesar sejak Perang Teluk, militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir utama Iran dalam misi rahasia bernama Midnight Hammer. Misi ini menandai eskalasi tajam dalam konflik antara AS dan Iran, sekaligus menjadi unjuk kekuatan teknologi dan taktik militer paling canggih AS hingga kini.

Strategi Siluman: Serangan Dimulai dari Missouri, Bukan Guam

Sebelum serangan terjadi pada Minggu (22/6), sejumlah pesawat pengebom B-2 Spirit lepas landas dari pangkalan Whiteman, Missouri. Sinyal semu yang memperlihatkan arah penerbangan ke Guam ternyata hanya strategi pengalihan.

Faktanya, tujuh bomber B-2 bersayap kelelawar terbang langsung ke arah timur menuju Iran, menempuh waktu hingga 18 jam tanpa terdeteksi radar Iran.

Fase Serangan: Rudal Tomahawk & GBU-57 Bunker Buster

  • Serangan dibuka dengan 20 rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari kapal selam AS di kawasan Teluk Persia.

  • Disusul manuver pesawat tempur pengalih untuk mendeteksi sistem pertahanan Iran.

  • B-2 Spirit kemudian menjatuhkan 14 bom GBU-57 ‘Massive Ordnance Penetrator’—senjata penghancur bunker seberat 13 ton—ke situs nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Menurut Pentagon, tidak ada satu pun pesawat AS yang tertembak atau dideteksi radar Iran.

“Pesawat Iran tidak sempat terbang. Rudal permukaan-ke-udara mereka tidak aktif. Misi kami tetap dalam unsur kejutan total,” kata Jenderal Dan Caine, Ketua Gabungan Kepala Staf AS.

Jumlah Kekuatan: 125 Pesawat Terlibat

Misi ini melibatkan lebih dari 125 aset udara militer AS, menjadikannya salah satu operasi udara paling besar dan kompleks pasca-Perang Irak. Bahkan, banyak pejabat senior AS dikabarkan baru mengetahui serangan itu dari unggahan Presiden Donald Trump di platform X pada Sabtu malam waktu Washington.

Kerusakan di Iran dan Ancaman Balasan

Penilaian awal menunjukkan bahwa ketiga fasilitas nuklir Iran mengalami kehancuran berat. Meski begitu, belum ada pernyataan resmi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terkait dampak teknis terhadap program nuklir Iran.

Sebagai tanggapan, Iran mengancam akan membalas serangan tersebut. Ali Akbar Velayati, penasihat senior Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa semua pangkalan militer AS di Timur Tengah kini menjadi target sah.

“Setiap negara yang mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran akan kami anggap sebagai musuh dan target militer sah,” tegas Velayati dalam siaran IRNA.(CC-01)

Tags: Ayatollah KhameneiB-2 Spiritbom GBU-57donald trumpFordowisfahankonflik timur tengahNatanzoperasi Midnight HammerPentagonPerang Dunia 3Perang Iran ASrudal Tomahawkserangan bunker Iran
Previous Post

Iran Setujui Penutupan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diprediksi Melonjak Tajam

Next Post

Kondisi Terbaru Kesehatan Jokowi, Dua Bulan Tolak Terima Tamu

Related Posts

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (dok. istimewa)
Internasional

Trump Peringatkan Iran soal Penindakan Demonstran, Parlemen Iran Ancam AS dan Israel

12 Januari 2026
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan menyiapkan rencana pelarian ke Rusia jika gelombang protes nasional terus meningkat. (dok. istimewa)
Internasional

Ayatollah Ali Khamenei Disebut Siapkan Rencana Pelarian ke Rusia Jika Protes Iran Membesar

6 Januari 2026
Kondisi Gaza saat perang (dok. BBC)
Internasional

Ben-Gvir Desak Israel Lanjutkan Operasi Militer di Gaza Usai Insiden Rafah

20 Oktober 2025
Kondisi Gaza saat perang (dok. BBC)
Internasional

200 Tentara Amerika Serikat Dikerahkan ke Israel untuk Awasi Gencatan Senjata Gaza

10 Oktober 2025
Next Post
Mantan Presiden RI Joko Widodo sakit (dok. istimewa)

Kondisi Terbaru Kesehatan Jokowi, Dua Bulan Tolak Terima Tamu

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved