Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

AS Meradang, Aplikasi Asal China DeepSeek Jadi Ancaman Nasional

CC-01 by CC-01
29 Januari 2025
in Teknologi
0
Aplikasi prompt AI asal China DeepSeek (dok. DeepSeek)

Aplikasi prompt AI asal China DeepSeek (dok. DeepSeek)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Dunia tengah dihebohkan dengan kehadiran DeepSeek, teknologi artificial intelligence (AI) berbasis chatbot dari China yang digadang-gadang menjadi pesaing ChatGPT dari OpenAI dan Gemini dari Google.

DeepSeek menarik perhatian banyak orang karena kemampuannya berinteraksi dan menjawab pertanyaan dari pengguna yang dianggap lebih baik dibandingkan ChatGPT. Tidak mengherankan jika aplikasi ini menjadi yang paling banyak diunduh di App Store di negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan China.

Namun, meskipun popularitasnya meningkat pesat di AS, kehadiran kecerdasan buatan milik Negeri Tirai Bambu ini ternyata membuat pemerintah AS meradang. Menurut pemberitaan BBC, Rabu (29/1/2025), AS tengah mempertimbangkan untuk menjegal ketenaran DeepSeek dengan menganggap kecerdasan buatan ini sebagai ancaman nasional.

Sekretaris Pers White House atau Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa Dewan Keamanan Nasional AS sedang menyelidiki potensi implikasi keamanan yang dapat ditimbulkan oleh DeepSeek. “Saya berbicara dengan Dewan Keamanan Nasional pagi ini, mereka sedang menyelidiki apa saja (implikasi keamanan nasional) yang mungkin terjadi,” ujar Leavitt.

Sebelum pernyataan Leavitt, Angkatan Laut AS sudah terlebih dahulu melarang prajuritnya menggunakan aplikasi DeepSeek. Larangan tersebut disampaikan melalui email yang dikirimkan kepada prajuritnya. Larangan ini dikeluarkan karena potensi masalah keamanan dan etika yang terkait dengan asal dan penggunaan model kecerdasan buatan ini.

David Sacks, Kepala AI dan Kripto AS, mengungkapkan bahwa DeepSeek kemungkinan menggunakan model yang digunakan oleh OpenAI untuk mengembangkan kecerdasan buatan mereka. Penggunaan model tersebut melibatkan proses yang disebut distilasi pengetahuan, di mana AI belajar dari model lain untuk menciptakan model yang lebih ringkas namun tetap meniru model yang lebih besar dan lebih kompleks.

“Saya pikir salah satu hal yang akan Anda lihat selama beberapa bulan ke depan adalah perusahaan-perusahaan AI terkemuka kami (di AS) akan mengambil langkah-langkah untuk mencoba dan mencegah distilasi. Itu pasti akan memperlambat beberapa model peniru ini,” tambah Sacks, yang merupakan orang kepercayaan Presiden AS, Donald Trump.(CC-01)

Tags: AI ChinaChatGPTDeepSeekDistilasi PengetahuanGeminiKeamanan NasionalKecerdasan BuatanLarangan Penggunaan AIOpenAIPemerintah ASTeknologi AI
Previous Post

Farah Puteri Nahlia Legislator PAN Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penembakan 5 PMI di Malaysia

Next Post

Belasan Wisatawan Tenggelam di Pantai Drini Gunungkidul, Begini Cara Menyelamatkan Diri dari Rip Current

Related Posts

Seorang pria di Tripoli, Libya, baru menerima paket ponsel Nokia yang dipesan pada 2010. (dok. istimewa)
Teknologi

Paket HP Nokia Baru Tiba Setelah 16 Tahun, Kisah Pria Libya yang Viral di Media Sosial

14 Januari 2026
SanDisk resmi menghentikan lini SSD WD Blue dan WD Black. (dok. istimewa)
Teknologi

SanDisk Resmi Hentikan SSD WD Blue dan WD Black, Seluruh Produk Beralih ke Merek SanDisk

13 Januari 2026
Mobil BYD (dok. BYD)
Teknologi

BYD Tarik Lebih dari 115 Ribu Mobil karena Masalah Komponen, Ini Daftarnya

20 Oktober 2025
Logo baru Google (dok. istimewa)
Teknologi

Google Perbarui Logo “G” Setelah 10 Tahun, Kini Tampilkan Gradasi Warna yang Lebih Hidup

13 Mei 2025
Next Post
Ilustrasi pertemuan dua arus susur pantai saat terjadi boleran atau rip current yang terjadi di pantai.(Dok Facebook Aditya Wahyudin)

Belasan Wisatawan Tenggelam di Pantai Drini Gunungkidul, Begini Cara Menyelamatkan Diri dari Rip Current

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved