Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Kasus Pemerasan dan Bully Mahasiswi PPDS Undip, Polda Jateng Belum Tetapkan Satupun Tersangka

CC-02 by CC-02
29 Oktober 2024
in Daerah
0
dokter bunuh diri

Mendiang Dokter Aulia Risma Lestari

0
SHARES
5
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Polda Jawa Tengah masih belum menetapkan tersangka dalam kasus pemerasan yang menimpa mendiang dr. Aulia Risma Lestari, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, meski proses gelar perkara telah berlangsung selama dua pekan.

Hingga kini, penyidik dari Polda Jateng terus melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi yang terkait. “Saat ini kami masih memeriksa lebih lanjut beberapa saksi,” ungkap Kombes Pol Artanto, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng, saat memberikan keterangan di Mapolda Jateng pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Pada 15 Oktober 2024 lalu, gelar perkara kasus ini telah dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng di Kota Semarang, dengan menghadirkan perwakilan dari Mabes Polri, termasuk dari Wasidik Bareskrim Polri dan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Dalam gelar perkara tersebut, pihak Mabes Polri memberikan masukan agar penyidik melengkapi keterangan saksi sebelum menetapkan tersangka.

“Prosesnya masih berjalan. Jika semua persyaratan telah terpenuhi, kami akan melanjutkan gelar perkara untuk menetapkan tersangka,” ujar Artanto.

Sampai saat ini, sebanyak 53 saksi telah diperiksa, termasuk lima saksi tambahan yang dimintai keterangan dalam rangka melengkapi syarat gelar perkara. Namun, Artanto tidak memberikan rincian terkait latar belakang para saksi tersebut.

Artanto juga menyampaikan bahwa kehati-hatian menjadi prinsip utama dalam menangani kasus ini, terutama dalam hal penetapan tersangka. “Penyidik memiliki kewajiban moral untuk menangani kasus ini dengan cepat, namun tetap berhati-hati,” jelasnya.

Selain itu, dari tiga dugaan tindak pidana yang dilaporkan oleh keluarga dr. Aulia, yakni pemerasan, penghinaan, dan perbuatan tidak menyenangkan, hanya tindak pidana pemerasan yang dinyatakan memiliki cukup bukti untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, laporan terkait penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan belum dapat diteruskan karena kurangnya bukti.

“Ya, hanya dugaan pemerasan yang bisa diteruskan. Nilai pemerasannya tidak dapat kami sampaikan karena itu bagian dari materi penyidikan,” kata Artanto.

Kasus ini telah menunjukkan progres signifikan dengan meningkatnya status dari tahap penyelidikan ke penyidikan sejak 7 Oktober 2024. Pihak kepolisian juga telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan.

Artanto menekankan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dipegang teguh dalam penanganan kasus ini, seraya memastikan setiap langkah penyidikan dilakukan dengan teliti. (CC02)

Tags: aulia risma lestaridokter aulia
Previous Post

Polres Jepara Tangkap Empat Pelaku Judi Qiu-Qiu di Pecangaan, Sita Barang Bukti Uang Tunai

Next Post

Usai Bunuh dan Setubuhi Santriwati Kendal, Naufal Kabur ke Magelang

Related Posts

Ilustrasi pembacokan (dok. istimewa)
Daerah

Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang

30 Maret 2026
Ledakan petasan di Grobogan melukai dua remaja saat memusnahkan sisa petasan. (dok. istimewa)
Daerah

Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

25 Maret 2026
Propam Polda Jateng dalami dugaan pengeroyokan Kades Purwasaba Hoho Alkaf di Banjarnegara. (dok. istimewa)
Daerah

Dugaan Pengeroyokan Kades Purwasaba Didalami, Propam Polda Jateng Turun Tangan

17 Maret 2026
MA Muhammadiyah Majenang meraih juara pertama Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026 yang digelar DPW PAN Jateng di SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap. (dok. istimewa)
Daerah

MA Muhammadiyah Majenang Juara Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026

7 Maret 2026
Next Post
Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan di Kebun Dekat Peternakan di Kendal, Diduga Korban Pemerkosaan

Usai Bunuh dan Setubuhi Santriwati Kendal, Naufal Kabur ke Magelang

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved