Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Tim Khusus Polisi Akan Periksa Dugaan Bully di PPDS Anestesi Undip

CC-02 by CC-02
19 Agustus 2024
in Daerah
0
ppds

surat dari Kemenkes

0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Polisi telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan perundungan yang diduga menjadi penyebab kematian Aulia Risma Lestari, seorang mahasiswi calon dokter spesialis anestesi dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.

Tim yang dibentuk oleh Polrestabes Semarang ini mulai bekerja pekan ini dengan memanggil sejumlah saksi, termasuk orang-orang terdekat korban.

“Kami sudah membentuk tim dan mulai bekerja pekan ini. Kami akan memanggil pacar, keluarga, sahabat, dan teman sejawat dokter,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, pada Senin (19/8/2024).

Irwan menjelaskan, pembentukan tim ini sangat penting untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan perundungan yang mungkin menjadi penyebab kematian Aulia. “Tim akan menggali informasi terkait dugaan perundungan tersebut,” tambahnya.

Selain menyelidiki dugaan perundungan, Irwan juga menyebut bahwa pihaknya sedang mendalami temuan obat Roculax di lokasi kejadian. Obat ini merupakan obat bius yang digunakan untuk relaksasi otot pada pasien yang akan menjalani pembedahan. “Ada dua kemungkinan penyebab kematian korban, yaitu kelalaian atau bunuh diri. Kami sedang berkomunikasi dengan ahli terkait penggunaan obat ini oleh korban, apakah berkaitan dengan kondisinya atau alasan lain,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi menemukan obat Roculax di kamar kos korban di Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Andika Dharma Sena, menambahkan bahwa obat keras jenis Roculax ditemukan di dekat tubuh korban.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya luka suntik yang terlihat. Di sampingnya, ditemukan satu ampul obat yang sudah habis dan satu lagi yang masih tersisa,” jelasnya pada Kamis (15/8/2024).

Andika memperkirakan bahwa dosis obat yang masuk ke tubuh korban sekitar 3 mililiter (mL). “Itu baru dugaan awal, nanti dokter forensik yang akan memeriksa secara rinci jumlah total obat yang masuk ke tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia karena obat tersebut,” ujarnya.

Terkait motif korban, polisi masih mendalami isi buku diari milik korban.

Menurut Andika, diari tersebut mencerminkan beban yang dirasakan korban dalam menjalani studi.

Isi buku diari juga sejalan dengan curhatannya kepada ibunya, di mana korban pernah mengeluhkan betapa beratnya mata pelajaran di perkuliahan.

Selain itu, korban juga sempat menyatakan keinginannya untuk keluar dari program studi tersebut, tetapi terhalang oleh kewajiban untuk membayar biaya-biaya yang terkait dengan beasiswa yang diterimanya.

“Korban adalah mahasiswa jalur beasiswa yang beberapa kali menyatakan ingin keluar dari program tersebut, namun terhalang oleh biaya yang harus dibayar,” jelas Andika. (CC02)

Tags: dokterdokter anestesi
Previous Post

Buku Harian Dokter Aulia Jadi Kunci Pengungkapan Bully di PPDS Anestesi Undip

Next Post

Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga di Wonosobo Terbakar

Related Posts

Ilustrasi pembacokan (dok. istimewa)
Daerah

Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang

30 Maret 2026
Ledakan petasan di Grobogan melukai dua remaja saat memusnahkan sisa petasan. (dok. istimewa)
Daerah

Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

25 Maret 2026
Propam Polda Jateng dalami dugaan pengeroyokan Kades Purwasaba Hoho Alkaf di Banjarnegara. (dok. istimewa)
Daerah

Dugaan Pengeroyokan Kades Purwasaba Didalami, Propam Polda Jateng Turun Tangan

17 Maret 2026
MA Muhammadiyah Majenang meraih juara pertama Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026 yang digelar DPW PAN Jateng di SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap. (dok. istimewa)
Daerah

MA Muhammadiyah Majenang Juara Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026

7 Maret 2026
Next Post
kebakaran

Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga di Wonosobo Terbakar

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved