Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Politik

Jaga Pemilu Temukan 47 Persen Pelanggaran di 1.000 TPS

CC-02 by CC-02
27 Februari 2024
in Politik
0
Kecurangan pemilu terjadi di Jakarta, Bogor, dan Madura, Rabu (14/2/2024) (dok. Twitter @ShamsiAli2)
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Platform untuk mengawal pemilu, Jaga Pemilu, memetakan pelanggaran yang mereka temukan di 1.000 TPS.

Staf Jaga Pemilu, Rusdi Marpaung, memaparkan, komposisi pelanggaran paling banyak soal administrasi.

Pelanggaran tersebut sebesar 47 persen.

Dari total transaksi 31 persen merupakan pelanggaran hukum lain.

Sementara dugaan pidana ada 15 persen.

“Dugaan pidana itu bisa berupa manipulasi suara,” terangnya, Minggu (25/2/2024).

Menrutnya terkait pelaku pelanggaran, paling banyak dilakukan oleh Sirekap.

Jika dihitung pelanggaran tersebut mencapai 41 persen.

Sementara pelanggaran KPPS di angka 33 persen.

Untuk pelanggaran caleg mencapai 10 persen.

“Pelanggaran lainnya seperti tim paslon 3 persen,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia menerangkan pelanggaran aparat negara hanya 1 persen.

Namun, Rusdi tidak membuka jumlah atau kuantitas pelanggaran.

Padahal pelanggaran tersebut ditemukan oleh 2.000 relawan.

Ribuan relawan tersebut bertugas di 1.000 TPS.(CC-01)

Tags: jaga pemilukecurangan pemilupemilu 2024pilpres 2024
Previous Post

Migrant Care Ungkap Pemilu Luar Negeri Terjadi Banyak Kecurangan

Next Post

Sri Mulyani Dipastikan Tak Akan Masuk Kabinet Prabowo-Gibran

Related Posts

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (dok. istimewa)
Politik

Megawati: Kritik terhadap Kekuasaan Harus Berbasis Data, Bukan Kemarahan atau Serangan Personal

13 Januari 2026
Andreas Hugo Pareira menilai pencabutan hak pilih rakyat berpotensi memicu kemarahan publik dan kemunduran demokrasi. (dok. istimewa)
Politik

PDI-P Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nilai Cabut Hak Pilih Rakyat Bisa Picu Kemarahan Publik

31 Desember 2025
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (dok. istimewa)
Breaking News

Hasto Kristiyanto Jalani Sidang Vonis Besok, Elite PDIP Optimistis Divonis Bebas

31 Juli 2025
Logo baru PSI gajah kepala merah (dok. istimewa)
Politik

Ganti Logo Jelang Kongres PSI di Solo, Gajah Kepala Merah Pengganti Mawar, Lawan Kuat Banteng?

16 Juli 2025
Next Post
Menteri Keuangan Sri Mulyani (dok. istimewa)

Sri Mulyani Dipastikan Tak Akan Masuk Kabinet Prabowo-Gibran

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved