PANDUGA.ID, MALANG – Seorang perempuan berinisial IA (28) di Malang mengalami penipuan setelah menikah siri dengan sosok bernama Rey yang belakangan diketahui merupakan seorang perempuan.
Kasus ini kini dilaporkan ke Polresta Malang Kota dan tengah dalam penanganan aparat kepolisian.
Kenalan di Kafe, Berujung Pernikahan Siri
IA mengungkapkan, dirinya pertama kali bertemu Rey di sebuah kafe di kawasan Batu pada awal Februari 2026. Hubungan mereka berkembang cepat hingga resmi berpacaran pada 14 Februari.
Tak lama berselang, keduanya melangsungkan pernikahan siri pada 3 April 2026.
Selama masa pendekatan, IA mengaku tidak menaruh kecurigaan karena Rey tampil dan berperilaku layaknya pria.
“Cara bicara sampai penampilannya benar-benar seperti pria,” ujar IA.
Janji Hadiah Mobil Mewah hingga Rumah
Untuk meyakinkan korban, Rey disebut menjanjikan berbagai hadiah mewah, termasuk mobil dan rumah.
“Dijanjikan mobil Lamborghini dan rumah, katanya sudah dibayar dan akan datang saat pernikahan,” ungkap IA.
Terbongkar Saat Malam Pertama
Kebohongan tersebut akhirnya terungkap pada malam pertama setelah pernikahan.
IA mengaku terkejut saat mengetahui bahwa pasangan yang menikahinya ternyata seorang perempuan.
“Saya kaget, ternyata dia perempuan. Saya nangis karena dibohongi,” katanya.
Banyak Kejanggalan Sejak Awal
Sebelum pernikahan, sejumlah kejanggalan sebenarnya sudah dirasakan korban, di antaranya:
- Tidak ada satu pun keluarga Rey yang hadir saat pernikahan
- Asal-usul tidak jelas, mengaku dari Jakarta namun pernah menunjukkan rumah di Batu
- Alasan keluarga berduka saat tidak hadir
Selain itu, korban juga sempat diminta membuat paspor dengan alasan akan diajak ke Kamboja untuk berobat.
Diduga Ada Indikasi Modus Lain
Pendamping korban, Eko NS, menyebut adanya kekhawatiran terkait kemungkinan modus lain, termasuk indikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Kami khawatir ada indikasi lain, karena korban diminta membuat paspor untuk ke Kamboja. Ini mencurigakan,” ujarnya.
Pelaku Kabur dan Diduga Lakukan Ancaman
Setelah identitasnya terbongkar, Rey langsung melarikan diri. Namun, ia diduga sempat mengirim orang untuk menjemput korban dan mengintimidasi agar tidak melapor ke polisi.
“Korban sempat diancam akan dilaporkan balik jika melapor,” kata Eko.
Keluarga korban akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengusir pelaku dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Korban Alami Trauma
Akibat kejadian ini, IA mengalami trauma dan ketakutan. Ia bahkan mengaku sempat khawatir dijemput oleh orang suruhan pelaku.
“Saya takut karena diancam,” ucapnya.
Keluarga kini berharap proses hukum dapat berjalan untuk memberikan keadilan sekaligus perlindungan bagi korban.





Discussion about this post