Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Politik

Koalisi Perubahan Dinilai Hanya Gimmick Politik untuk Meraup Suara, Ahmad Khoirul: Kepentingan Pragmatis

CC-02 by CC-02
26 April 2024
in Politik
0
Muhaimin Iskandar dan Prabowo di kantor DPP PKB (dok. pkb.id)
0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, memberikan penilaian tajam terhadap narasi kritis yang diusung oleh Koalisi Perubahan, yang merupakan koalisi partai politik pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. 

Menurutnya, narasi tersebut hanyalah sebuah gimik politik untuk mendapatkan dukungan suara. 

Pada masa kampanye sebelumnya, koalisi ini terkenal karena kritis dalam mengkritisi pemerintahan Jokowi.

“Namun, setelah Pilpres 2024 berakhir, Koalisi Perubahan langsung dinyatakan bubar, bahkan semua anggotanya, termasuk PKB, PKS, dan Partai Nasdem, menunjukkan kecenderungan untuk bergabung dalam pemerintahan Prabowo dengan dalih rekonsiliasi dan persatuan, yang menurut Ahmad adalah istilah untuk menutupi kompromi kepentingan pragmatis dan oportunis,” paparnya, Kamis (25/4/2024).

Pendapat serupa juga disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. 

Menurutnya, setelah kekalahan Koalisi Perubahan dalam Pilpres, semua partai politik anggota koalisi tersebut berupaya untuk menyelamatkan diri sendiri. 

“Terutama bagi PKB, Muhaimin Iskandar, yang sebagai ketua umum partai tersebut, lebih memilih untuk bergabung dalam pemerintahan,” jelasnya.

Baginya, menjadi bagian dari pemerintahan lebih rasional karena risiko kehilangan jabatan ketua umum dapat dihindari jika partainya menjadi bagian dari pemerintahan, sementara jika berada di oposisi, risiko tersebut lebih besar.

Analisis dari kedua pengamat politik ini menyoroti dinamika politik pasca-Pilpres 2024, di mana koalisi politik yang sebelumnya kritis terhadap pemerintahan, berubah sikap secara cepat dan menunjukkan kecenderungan untuk bergabung dalam pemerintahan baru. 

Hal ini menggambarkan realitas politik di Indonesia yang sering kali dipengaruhi oleh pertimbangan pragmatis dan oportunis dari para aktor politik, di mana kepentingan partai dan keberlanjutan kekuasaan seringkali menjadi prioritas utama.(CC-01)

Tags: anies baswedanmuhaimin iskandarnasdempengamat politikpkbpksprabowo
Previous Post

Aktor Pemeran Ayat-ayat Cinta Fedi Nuril Geram Atas Putusan MK, Tegas Siapkan Anak Lawan Kroni Jokowi

Next Post

Ganjar Pranowo Prediksi PDIP Konsisten di Luar Pemerintahan Prabowo-Gibran

Related Posts

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (dok. istimewa)
Politik

Megawati: Kritik terhadap Kekuasaan Harus Berbasis Data, Bukan Kemarahan atau Serangan Personal

13 Januari 2026
Andreas Hugo Pareira menilai pencabutan hak pilih rakyat berpotensi memicu kemarahan publik dan kemunduran demokrasi. (dok. istimewa)
Politik

PDI-P Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nilai Cabut Hak Pilih Rakyat Bisa Picu Kemarahan Publik

31 Desember 2025
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (dok. istimewa)
Breaking News

Hasto Kristiyanto Jalani Sidang Vonis Besok, Elite PDIP Optimistis Divonis Bebas

31 Juli 2025
Logo baru PSI gajah kepala merah (dok. istimewa)
Politik

Ganti Logo Jelang Kongres PSI di Solo, Gajah Kepala Merah Pengganti Mawar, Lawan Kuat Banteng?

16 Juli 2025
Next Post
Ganjar Pranowo (dok. istimewa)

Ganjar Pranowo Prediksi PDIP Konsisten di Luar Pemerintahan Prabowo-Gibran

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved